PT Liga Indonesia Baru Janji Segera Selesaikan Masalah Subsidi
Liga 1 dan Liga 2, yang merupakan kompetisi profesional Indonesia, akan dilaksanakan kembali pada Oktober mendatang. Namun, klub hingga kini belum mendapat kejelasan terkait dana subsidi.
Dana subsidi menjadi hal yang krusial di kala pandemi, karena ekonomi seluruh klub sedang dalam masa sulit. Subsidi tersebut sebelumnya sudah ada yang dibayarkan, namun masih ada yang menggantung.
Banyak klub Liga 1 dan Liga 2 yang menanyakan terkait dana subsidi, setelah terakhir menerima pada April lalu. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator menegaskan, mereka tetap komitmen pada hal tersebut, dan tengah mencari solusi.
“Kompetisi akan dimulai Oktober nanti. Karena itu kami tetap berkomitmen tinggi terhadap kewajiban untuk membagikan dana subsidi kepada semua peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020,” ucap Akhmad Hadian Lukita, direktur utama LIB, dikutip situs resmi Liga Indonesia.
Akhmad menuturkan memang saat ini masih banyak yang harus diselesaikan terkait pelaksanaan liga untuk Oktober, dan pemberhentian kompetisi pada Maret lalu karena pandemi virus corona, memberi pengaruh besar terhadap perubahan dari subsidi.
“Atas situasi tersebut, kami harus mengevaluasi banyak hal dan merencanakan lagi beberapa hal yang sangat menentukan dalam kelangsungan kompetisi. Termasuk kesepakatan dengan sponsor dan pihak ketiga lainnya,” bebernya.
Saat ini LIB tengah mencari jalan dan solusi terbaik, serta mendalami terkait subsidi bersama para sponsor. Akhmad berharap kompetisi bisa kembali dilaksanakan dan kendala masalah subsidi dapat terselesaikan segera mungkin.
“Sekali lagi, pada prinsipnya kami punya komitmen tinggi terkait angka subsidi yang akan diterima oleh klub Liga 1 dan Liga 2. Kami akan berusaha keras untuk mewujudkan apa yang sudah kami rencanakan. Mohon dukungannya agar kompetisi bisa bergulir dengan lancar,” tukasnya.
Saat ini para klub juga menantikan jadwal pasti soal kompetisi sebelum kembali menggelar persiapan. Liga 1 dan Liga 2 akan dilaksanakan Oktober, dengan sistem pemusatan pertandingan demi menghemat biaya dan meminimalisir risiko penyebaran virus corona.
Pada Liga 1 dan 2 musim ini, PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia turtur menghapuskan sistem degradasi. Saat ini klub juga tengah berupaya membuat penyesuaian terhadap nilai kontrak pemain dan ofisial mereka, karena situasi ekonomi yang sulit.